Life

Karena Secangkir Kopi

Banda Aceh – Ngopi yuk! Ajakan untuk meminum secangkir kopi menjadi hal yang wajar di kota ini. Hampir di setiap sudut di kota ini berdiri warkop, dan begitu juga dengan penikmat kopi memenuhi di setiap warkop. Bila pelanggan datang ke salah satu warkop, namun tidak kebagian tempat duduk maka pelanggan tersebut akan pindah ke warkop yang lain. Di kota ini, kita akan mudah menemukan warkop yang memiliki cita rasa kopi asli Aceh, yaitu kopi Ulee Kareung.

Hari ini (25 Juli 2014), pukul 22.00 wib saya diajak ke salah satu warkop yang terkenal yaitu Solong Kopi di dekat Hermes Mall. Karena tidak kebagian tempat duduk, maka teman saya pun mengajak saya ke Solong Kopi Ulee Kareeng (awal berdirinya Solong Kopi). Dan sampailah saya dan teman saya ke gerai warkop yang terkenal itu.

Ketika masuk ke warkop tersebut, kami memilih tempat duduk dan pramusaji menanyakan ingin memesan apa? Dengan gaya pasti teman saya meminta kopi Ulee Kareeng secangkir. Tibalah saya, maka saya pun menjawab iya sama aja.

Biasanya ketika saya diajak ke warkop maka saya pun jarang memesan secangkir kopi, tapi entah mengapa hari ini saya meminta secangkir kopi. Hanya beberapa menit sambil berbicara dengan teman saya, dua gelas kopi Ulee Kareeng tiba di meja kami. Saya pun mencoba mencicipi kopi ini tanpa gula sedikitpun. Rasa dan harumnya minuman yang memiliki warna coklat kehitaman ini menggugah selera saya. Teman saya pun heran melihat saya sangat antusias menikmati secangkir minuman ini tanpa sisa, karena dia tidak pernah melihat saya memesan kopi selama ini ketika saya datang untuk memenuhi undangannya.

Efeknya Itu
Pukul 00.20 wib, memasuki tanggal 26 Juli 2014 cerita minum kopi pun selesai, maka kami pun mengelilingi Kota Banda Aceh dan kembali ke rumah teman saya di Lampaseh Kota untuk segera istirahat agar bisa sahur pada pukul 04.00 wib nantinya. Namun, hal inilah yang menjadi masalahnya. Saya tidak bisa tidur, mata saya tidak mengantuk, dan kinerja jantung saya semakin cepat. Hal inilah yang membuat saya jarang meminum kopi.

Teman saya heran melihat saya. Saya tidak tidur, Maka saya katakan kepadanya bahwa saya tidak bisa minum kopi, dan inilah salah satu efeknya. Lalu, teman saya bertanya kenapa memesan kopi? Dan saya pun menjawab “gak tahu juga sih, entah kenapa tadi pengen aja minum kopi, walaupun udah tahu efeknya seperti ini”.

Memasuki pukul 04.00 wib, saya pun membangunkan teman saya untuk sahur, dan saya pun masih dalam kondisi yang sama yaitu tidak mengantuk dan jantung masih memompa dengan kencang. Karena panik, teman saya pun hendak mengajak saya ke rumah sakit bila-bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Saya pun meyakinkannya bahwa gak apa-apa kog, ne cuma efek minum kopi aja, dan palingan normal entar pagi kira-kira pukul 09.00 wib.

Selesai makan sahur, sambil menunggu salat subuh saya pun duduk tenang agar cepat mengantuk, namun tetap saja mata masih melek. Setelah salat subuh, saya membaca salah satu artikel di internet pengaruh kopi terhadap jantung. Dari pemahaman yang saya baca ternyata bagi penikmat kopi yang meminum kopi 2-3 cangkir per harinya, maka bagi mereka yang metabolisme tubuh yang cepat kopi tidak berpengaruh terhadap mereka. Sebaliknya, orang yang seperti saya yang jarang meminum kopi maka pada saat meminum kopi maka metabolisme tubuh saya menjadi cepat dan berpengaruh terhadap kinerja organ tubuh yang lain sehingga menyebabkan sulit untuk mengantuk.

Pukul 07.00 wib, saya pun belum juga mengantuk, setidaknya sampai tulisan ini ditulis. Hal ini menjadi pengalaman untuk saya, bahwa mungkin saya harus sering-sering untuk minum kopi, minimal pada sore hari saja, atau di pagi hari. Jadi, efek untuk tetap melek di pagi hari bisa bertahan hingga sore hari, maka hal itu bisa berpengaruh pada produktivitas kerja saya.

Jadi, buat teman-teman yang memiliki masalah seperti saya mohon masukannya ya, berhubung saya sedang berada di ibukota Provinsi Aceh. Trims

Advertisements

6 thoughts on “Karena Secangkir Kopi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s