Info

Cara Saya Makan Rujak

image
Rujak

Seperti biasanya pada hari Jumat, maka diwajibkan bagi setiap kaum laki-laki muslim untuk shalat jumat di Mesjid. Saya dan teman-teman sering melaksanakan shalat jumat di Mesjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe yang terletak di Simpang Empat, tepat Jantung Kota Lhokseumawe.

Pukul 13.30 wib, shalat jumat selesai. Dan jamaah pun bisa pulang ke rumah atau kembali ke kantor. Namun, ada juga yang masih duduk di sudut-sudut mesjid. Saya dan teman-teman seperti biasanya sebelum pulang ke rumah masing-masing, kami kembali ke rumah Fachruddin yang terletak di jalan Darussalam Gg. Lurah yang rumahnya tidak jauh dari Mesjid ini. Walaupun hanya sekedar kumpul-kumpul satu minggu sekali setidaknya bisa sedikit membangun rasa kebersamaan yang telah kami bangun sejak tahun 2006 silam.

Pukul 14.00 wib, kami kembali ke rumah masing-masing. Dan saya sebelum pulang untuk makan siang, maka menyempatkan diri untuk membeli satu bungkus rujak yang terletak di belakang Mesjid Baiturrahman jalan Darussalam. Masyarakat kota Lhokseumawe memberi nama Rujak Baiturrahman.
Nama tersebut dikarenakan tempat rujak tersebut dulunya berada di sebelah tembok mesjid. Dan karena perluasan jalan maka tidak ada lagi tempat untuk mendirikan rak tempat jualan. Dan sejak tahun 2011 Rujak Baiturrahman pindah sekitar 50 meter dari tempat sebelumnya.

Harga satu porsi atau bungkus rujak cincang yaitu Rp 6000,00. Rujak cincang antara lain terdiri dari beberapa buah yaitu buah nenas, pepaya, timun, bengkuang, jambu guava, mangga, dan quini. Untuk bumbunya antara lain yaitu manisan gula aren, kacang tanah, buah batok, cabe kecil dan pisang mentah. Buah pisang mentah ini dipotong cincang lalu dihaluskan bersama bumbu rujak lainnya. Buah pisang mentah ini berguna agar kita tidak sakit perut. Rasa rujak di tiap tempat itu pasti berbeda-beda ya dikarenakan setiap konsumen memiliki pilihannya masing-masing. Saya pun membelinya dengan dibungkus. Rujak yang saya pesan memang agak sedikit pedas, manis, asin, pokoknya nano-nanolah rasanya. Pertanyaannya “Mengapa dibungkus dan tidak makan langsung di tempatnya?”. Dan inilah Jawaban saya.

Menurut saya bila memang bisa makan di rumah ya kenapa tidak. Dan bila di rumah cara saya makan rujak itu ya seperti ini (langsung ke tkp) :
1. Rujak yang masih terbungkus saya letakkan di dalam kulkas. Tentunya di tempat paling dingin yaitu freezer.

image

2. Setelah 20 atau 30 menit maka rujak dikeluarkan agar tidak beku.

image

3. Buka bungkus rujak, dan ditaruh di atas piring yang telah disediakan.

image

4. Untuk makan rujak yang enak dan lama makannya maka gunakan sendok teh. Ya, cara ini membuat makan rujak tambah nikmat karena ketika memakannya sedikit demi sedikit serta keadaan rujak dingin adem ayem.

5. Siapkan air minum, dingin atau hangat sesuai selera teman-teman. Kalau saya biasanya air putih dingin atau teh hangat tanpa gula. Ingat teh hangat tanpa gula ya. (namun, dingin vs hangat membuat gigi nyilu). Air minum saya siapkan karena rujak yang saya pesan sedikit pedas.

Itulah cara saya makan rujak bila membawanya pulang ke rumah, memang sih agak sedikit alay gitu namanya juga cara saya makan rujak. Bila saya makan langsung di pondok-pondok rujak maka saya tidak mungkin melakukan hal yang sama. Secara situasinya sudah berbeda. Oleh karena itu, yang ingin dan sudah ngiler lidahnya Ayo Ngerujak…hehehe. Itulah cara saya makan rujak, nah bagaimana dengan cara teman-teman makan rujak? Saya tunggu ne caranya. . .
Trims….

Advertisements

10 thoughts on “Cara Saya Makan Rujak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s