Ragam

Sepenggal Cerita Di Pagi Ini

Pagi ini saya berencana pergi ke kampus untuk mengembalikan slip pembayaran SPP semester ini. Pukul 08.00 wib, tiba saatnya untuk mandi pagi. Pukul 09.00 wib, saya pun bersiap untuk menunggu bus di tempat biasanya yaitu di simpang Kutablang. Namun, tiba-tiba kakak saya yang tinggal di cunda singgah ke rumah untuk mengatakan siapa orang rumah yang akan ke pesta salah satu saudara dari bapak. Dan sekejab saja saya mengajukan diri untuk menumpang sepeda motornya menunggu bus mahasiswa  di Cunda. Maka berangkatlah saya sekalian kakak saya kembali ke rumahnya. Dan ceritanya pun tidak berakhir begitu saja# (°_°)

image

Sampai di Cunda, saya turun di Mesjid Besar Cunda dan melihat ada beberapa mahasiswa-mahasiswi juga yang nasibnya sama seperti saya untuk menunggu sebuah angkutan bagi mahasiswa. Lalu saya duduk di bawah sebuah pohon yg terdapat pondok kecil di area halaman mesjid. Mesjid ini memiliki halaman yang luas serta bangunannnya sendiri juga memiliki kapasitas yang besar bagi jamaah. Sering juga saya duduk di bawah pohon ini untuk menunggu bus, bus mahasiswa yang menjemput mahasiswa-mahasiswi Unimal ke kampus Reulet.

image

Melihat suasana mesjid yang tenang seakan masalah hiruk pikuk lalu lintas kendaraan yang melewati jalan Medan-B. Aceh menjadi tidak terhiraukan. Suasana mesjid yang pada saat itu adalah beberapa orang sedang melaksanakan shalat dhuha, beberapa bapak-bapak duduk sambil mengaji, serta kegiatan pengajian anak-anak. Hal itulah yang membuat suasana hati ini begitu nyaman dan tenang selama menanti sebuah bus mahasiswa.

image

Saat saya duduk di bawah pohon, datanglah seorang mahasiswi yang masih satu jurusan. Dan dia memberi kabar bahwa tidak ada bus mahasiswa lagi yang akan berangkat, karena pada saat sekarang ini masih libur kuliah jadi bus mahasiswa yang beroperasi hanya 1 bus saja. Sedangkan di hari belajar bus mahasiswa yang beroperasi 3 bus. Dan akhirnya beberapa mahasiswa pergi ke kampus dengan angkutan umum yang sering kami sebut BE (Bireun Express).

Sedangkan saya dan beberapa mahasiwa yang lain masih berharap ada sebuah bus mahasiswa yang akan beroperasi seperti pada hari biasa. Sambil menunggu datangnya sebuah bus, maka pulpen dan selembar kertas saya keluarkan dari kantong ajaib (dengan nada doraemon), ups salah maksud saya dari sebuah tas ransel saya. Dan saya pun menulis tentang kejadian yang saya alami pagi ini. Begitulah cara saya menulis, tetap menggunakan cara manual lalu ketika selesai akan saya ketik di laptop atau dari handphone. Namun, kadang-kadang ada juga langsung dari laptop maupun hp tanpa coretan-coretan di kertas. Lagi-lagi menulis menjadi kegiatan positif bagi keadaan yang saya alami seperti sekarang ini. Karena sejatinya menulis itu adalah terapi, hal itulah yang sering saya baca dari beberapa blog.

image

Pukul 09.40 wib, saya memutuskan untuk ke rumah kakak saya, untuk meminjam sepeda motornya. Dan akhirnya saya pergi ke kampus dengan sepeda motor. Demi melakukan pendaftaran untuk semester genap ini. Semoga semangat saya di hari ini akan terus ada pada semester ini. Begitulah sepenggal perjalanan ke kampus saya pada pagi hari ini.

Setelah pulang dari kampus, saya harus menulis kembali sepenggal cerita saya agar bisa mempostingnya di blog. Karena kepuasan menulis adalah bisa saling membagi tulisannya kepada para pembaca.
Terima kasih

Advertisements

8 thoughts on “Sepenggal Cerita Di Pagi Ini

      1. wahh.. lumayan jga mmg jauhnya klo pake sepeda..

        sya pernah sepedaan dgn jarak 20an km, biasanya 1jam-an bru sampai, itupun lagi tergantung treknya, datar atau bnyak tanjakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s