Life

Menulis Untuk Mengubah

Aku menulis bukan karena ingin menjadi seorang penulis lalu terkenal, akan tetapi aku menulis karena memang ada yang ingin aku tulis dan harus kusampaikan kepada orang lain“. Itulah sederhananya sebuah kalimat ketika aku mulai menulis. Kata-kata sederhana yang pertama ingin kutulis dalam setiap perjalanan hidup ini. Dengan menulis aku membuktikab aku itu ada dan sedikit mengambil peran dalam dunia ini.

Sebuah karya itu menembus ruang dan waktu. Aku tahu karya itu tidak harus berbentuk sebuah buku, namun karya adalah pencitraan diri agar senantiada berguna bagi kita dan ummat. Untuk mampu menulis kita harus memyuplai ilmu yang memadai. Jika kita tidak memilikinya maka kita menjadi seorang penulis yang sering kali mengalami kemacetan di tengah jalan. Kita terhenti lalu kadang-kadang harus mendorongnya ibarat sebuah mobil yang mati di tengah jalan. Maka salah satu cara untuk menyuplai gudang informasi dalam diri kita adalah dengan membaca. Bila makanan adalah sebuah penyuplai gizi bagi kebutuhan tubuh kita, maka membaca adalah penyuplai kebutuhan bagi otak kita. Begitu banyak kisah yang bertutur tentang betapa budaya membaca adalah sebuah budaya salafus shalih. Lihat saja saat kita membaca Al-Qur’an dalam sebuah bentuk buku. Hal itu menandakan bahwa kita sebagai ummat agar tidak lupa terhadap isi kitab ini dengan membacanya dan mengambil setiap isi dan hikmah dalam Al-Qur’an untuk mengisi kehidupan ini. Lihat saja surat pertama yang diturunkan yaitu surat Al-Alaq.

Ibarat saat saya memulai menulis di blog ini banyak nasihat-nasihat dan semangat yang diberikan oleh keluarga dan teman-teman, baik teman dekat saya di lingkungan rumah maupun dari teman-teman dunia maya. Menulis itu mulai aja dari yang kecil dan sederhana itulah pesan teman-teman yang saya ambil maknanya. Dalam pikiran saya pun berkembang ide-ide yang senantiasa menemani saya dan juga kata-kata bijak yang membuat saya kokoh untuk berdiri serta confidence. Jika kamu berhasil, maka teruslah berkarya. Jika kamu gagal, teruslah berkarya. Jika kamu tertarik, teruslah berkarya. Jika kamu bosan, teruslah berkarya“. Sebuah karya akan memberikan inspirasi, untuk itu teruslah berkarya karena karya yang satu akan menghasilkan karya-karya yang lain dan ide yang terus hadir dalam setiap waktu tanpa terduga.

Tugas dari dosen saat ini pun memberikan sebuah pengalaman yang baik bagi Mahasiswanya, seperti yang saya rasakan saat ini. Tugas yang diberikan olehnya adalah menulis sebuah artikel dengan pemahaman yang ditulis berdasarkan pemahaman mahasiswa. Tulisan ini memberikan pengertian bahwa saya harus menulis, dan untuk itu saya harus membaca dari berbagai sumber. Tugas kali ini yaitu “Menyangkut pemecahan masalah politik di Aceh dengan pendekatan Komunikasi”. Merupakan termasuk tugas yang membuat teman-teman mahasiswa lainnya sedikit bingung dan sulit untuk menulis setiap bagian artikel.

Untuk itu saya pun harus banyak membaca tulisan, serta membaca kehidupan. Ya membaca kehidupan, kehidupan ketika Aceh saat mengalami masa yang sulit. Tugas menulis ini membuat saya yakin bisa menyelesaikannya sesuai dengan deadline yang telah disepakati oleh semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Intinya harus semangat dan membaca, and then menulis semua yang telah dicerna oleh otak. Bukankah orang-orang terdahulu pun menulis untuk kebaikan semua ummat. Saya rasa pun dosen yang memberikan tugas ini menginginkan agar kami lebih banyak membaca dan menulis untuk kebaikan mahasiswanya dalam menyikapi permasalahan politik di Aceh.

Advertisements

2 thoughts on “Menulis Untuk Mengubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s