Ragam

Menunggu Dosen

Senangnya dalam hati ketika judul PKL diterima oleh jurusan. Ih, gemana ya tu kesannya. Wih seperti terbang ke langit trus jatuh lagi deh soalnya praktek bakalan menyita waktu untuk konsentrasi saat ke lapangan dan laporan praktek. Sebelumnya saya menantikan saat ini agar kuliah saya bisa kelar dengan proses yang lancar dan baik. Tahap demi tahap harus saya hadapi agar semuanya lancar. Seperti teman mahasiswa yang lain, mereka juga seperti saya ingin kuliah lancar dan bisa lulus dengan harapan yang baik, nilai yang bagus, juga memiliki ilmu yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, serta demi bangsa dan negara.

Setelah judul PKL diterbitkan maka mahasiswa mendapatkan seorang dosen pembimbing dan dua orang dosen penguji sebelum praktek dimulai. Namun, untuk tahap yang paling awal adalah meminta tanda tangan pembimbing dan penguji I dan II. Pembimbing saya adalah seorang wanita, Alhamduliillah beruntungnya saya. Namun, apapun kondisi yang telah diberikan saat ini saya harus bersyukur serta mengikuti kegiatan praktek tahap demi tahap sehingga semester ini saya tidak mendapatkan kegagalan seperti sebelumnya. Itulah semangat saya di semester ini.

Untuk tahap yang harus saya jalani selanjutnya adalah menunggu dosen di kampus agar mendapatkan tanda tangan persetujuan PKL (Praktek Kerja Lapangan). Selasa (07/05/2011) perjuangan pun dimulai demi mendapatkan sebuah persetujuan dari dosen. Pukul 10.30 saya tiba di kampus berharap hari ini bisa mendapatkan 3 tanda tangan dosen sekaligus. Karena sebelumnya saya telah mencari informasi bahwa dosen yang bersangkutan akan datang pada hari selasa untuk mengajar para mahasiswa. Namun, hingga pukul 14.00wib tidak satu orang pun dosen yang berhasil saya dapatkan tanda tangan.edikit kecewa, namun saya harus tetap semangat mungkin saja dosen-dosen tersebut berhalangan hadir karena ada urusan yang sangat mendesak di pikiran saya.

Berbeda dengan teman Praktek kerja saya, Kak Ida panggilannya. Untuk hari pertama dia berhasil mendapatkan ketiga dosen yang telah ditunggunya. Senangnya karena tahap  mendapatkan tanda tangan dosen sudah dilaluinya. Dan selanjutnya dia harus membuat surat untuk pelaksanaan praktek. Selain saya yang menunggu dosen untuk mendapatkan persetujuan tanda tangan, teman-teman saya yang telah lebih dahulu lulus pada tahap PKL, kini harus menunggu dosen juga untuk mendapatkan persetujuan Skripsi. Nasib, nasib….gumam dalam hati teman-teman saya. Seolah-olah saya mengetahui kata hti mereka.

“Inilah penderitaan mahasiswa semester akhir” ujar Ferry. Mendengar kata-kata yang keluar dari dirinya membuat saya sadar, bahwa saya harus sabar untuk menghadapi setiap tahap dalam proses perkuliahan. Teman-teman saya yang lain juga merasakan hal seperti saya dan mungkin juga teman-teman mahasiswa diluar sana. Inilah kehidupan setiap harinya adalah tempat kita belajar. Tahap demi tahap harus dilalui agar memperoleh hasil yang diinginkan, dan hasil yang baik harus dilalui dengan tahap demi tahap bukan dengan cara instan.

Advertisements

4 thoughts on “Menunggu Dosen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s