Life

Santainya Harapan Para Warga

Pukul 12.00 wib, matahari tepat diatas kepala. Ini tentunya membuat bayangan menjadi tegak lurus. Pukul 12 juga membuat daerah di sekitar kami menjadi panas. Mungkin karena rumah kami yang memakai seng untuk atapnya sehingga panas yang ditimbulkan sangat panas di siang hari.

Untuk mengurangi sedikit rasa panas, beberapa warga pun mengambil inisiatif untuk duduk di sebuah tanah lapang yang terdapat beberapa pohon yaitu pohon ceubrek, pohon beung, dan pohon jeumpa. Nama pohon tersebut merupakan dalam bahasa Aceh untuk bahasa Indonesia sendiri saya kurang tahu…hehehehe maklum masyarakat sekitar menyebut pohon ini dengan bahasa Aceh. Pohon ceubrek sendiri sangat berguna karena daunnya untuk mengobati penyakit kuning (lever). Sedangkan pohon beung daunnya untuk darah tinggi. Nah untuk bunga jeumpa sendiri adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh.

Saya dan juga beberapa warga yang berada di lingkungan yag sama yaitu lingkungan 1 jalan T.U. Agam kelurahan Kutablang kota Lhokseumawe (lengkap banget ne alamatnya) duduk di bawah pohon untuk mendapatkan sedikit rasa dingin dan kesegaran di siang hari. Selain itu disini warga yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak bukan hanya duduk saja melainkan juga berbincang-bincang seputar Aceh saat ini. Warga menganggap saat ini mencari rezeki semakin sulit. Hal itu diungkapkan karena semakin mahalnya harga sembako.

Membicarakan hal ini bukan tanpa alasan, inilah hal yang dihadapi para warga termasuk juga saya. Walaupun notabendnya saya hanya tinggal bersama 3 saudara laki-laki saya dan tidak ada wanitanya di dalam rumah. Karena kakak perempuan saya sudah menikah dan harus ikut suami dimana suami mencari nafkah untuk keluarganya. Perbincangan warga juga menyangkut masalah lambang dan bendera Aceh yang sedang hangat dibicarakan oleh seluruh lapisan masyarakat baik rakyat biasa, pengusaha, penguasa, mahasiswa maupun para elit politik saat ini. Namun hanya saja perbincangan kami seputar apakah lambang dan bendera ini dapat disahkan oleh pusat. Semua menjadi teka-teki bagi saya dan juga warga saat ini.

Selain itu ala duduk santai ini juga membuat para warga akrab satu sama lain di dalam kehidupan bermasyarakat. kita hidup bukan hanya sendiri karena hakikatnya kita adalah juga makhluk sosial. Jadi hidup di tengah masyarakat harus benar-benar menjadi masyarakat yang bisa bergaul satu sama lain sehingga hubungan harmonis dapat tercipta antar sesama warga.

Masalah kenyaman juga menjadi hal yang paling utama selain perbincangan 2 masalah di atas.Kenyamanan merupakan dambaan setiap warga. Kenyamanan itu meliputi keamanan, kerukunan, kebersihan dan lain sebagainya. Untuk keamanan kelurahan Kutablang termasuk yangpaling aman di Kota Lhokseumawe. Kerukunan pun menjadi prioritas dalam kehidupan bermasyarakat. Nah untuk kebersihan sendiri hal itu jangan diragukan lagi karena kebersihan adalah bagian dari iman. Jadi kebersihan adalah dambaan warga semua. Untuk kebersihan juga di depan rumah warga terdapat tempat sampah yang telah kami sediakan, dan setiap harinya dinas kebersihan akan mengangkut sampah yang sudah penuh. Iuran bulanan pun kami kumpulkan agar semua berjalan lancar yaitu sukarela dan minimal Rp 5000. Untuk gotong royong kami lakukan setiap 2 bulan sekali. Hal itu kami lakukan untuk kebersihan bersama serta rasa saling menjaga lingkungan dari sumber penyakit.

Tidak terasa pukul 16.00 tiba, dan adzan asar pun dikumandangkan. Dan itu artinya bubar. Karena setiap orang kembali ke rumahnya untuk melaksakan salat. Jadi udah dulu ya semua…

Advertisements

4 thoughts on “Santainya Harapan Para Warga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s