Ragam

Sedikit Inspirasi Di Malam Hari

Entah apa mungkin yang terpintas dalam benak saya, mungkin akibat ingin mencari inspirasi dalam menulis dan berkarya dalam mengabadikan sebuah foto. Kali ini saya terinspirasi oleh sebuah stasiun tv favorit saya NHK WORLD  yang merupakan stasiun milik pemerintah Jepang, dan terdaftar dalam satelit Palapa sehingga dapat di tangkap oleh digital Video Broadcasting.  Setiap satu minggu sekali dalam tayangan TV ini terdapat sebuah acara yaitu Tokyo Fashion yang menampilkan penampilan-penampilan pakaian anak remaja hingga dewasa dengan berbagai variasi yang ngetrend saat ini di Jepang. Namun, pakaian yang dipakai oleh remaja jepang ini tidak di konsep melainkan apa adanya di seputar pusat perbelanjaan ataupun di jalan-jalan terkenal, seperti Shibuya, Tokyo, dan kota-kota lainnya.

Seringnya melihat acara TV ini membuat saya untuk ingin menulis dan mengambil beberapa foto tentang potret remaja saat ini dalam berpakaian khususnya di seputar kota Lhokseumawe. Memang negara kita dan jepang sangat jauh dalam hal pakaian dimana negara Jepang memiliki 4 musim, sehingga pakaian mereka lebih bervariasi. Namun, hal itu tidaklah menjadi penghalang walaupun Indonesia sendiri memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Walaupun demikian jenis pakaian yang dipakai oleh remaja dan muda-mudi di Indonesia sangatlah terbilang fashion genik.

Setelah mengutarakan ide ini kepada sahabat saya Fajar Siddiq Nasution dan Fajar Maulana di sebuah cafe di Lhokseumawe yaitu di CBQ Cafee yang terdapat di Jalan Iskandar Muda pada minggu (10/03/2013) pukul 21.30 wib tentang Street Fashion dan ingin memotret remaja yang ada di kota Lhokseumawe maka diapun sempat mengutarakan pendapatnya. “Susah Syah (panggilan saya) kalo kita ingin motret Street Fashion di Lhokseumawe, harus cari model kalau macam itu, dan yang bisa nampaknya ke Banda Aceh atau Ke Medan gitu lah” ujar Fajar Siddiq Nasution kepada saya. Hal itu sebenarnya membuat saya sedikit kecewa, lalu saya mengatakan “kalau ke Banda gak usah ajalah mending disini aja, kalau fashion di Aceh yang keren di Lhokseumawe, Banda Aceh, Langsa yang sering kita dengar, sekalian aja ke Medan lebih banyak variasi”.

Setelah sedikit membahas hal tersebut, saya pun berbincang-bincang hal lainnya dengan sahabat saya dan juga pekerja di CBQ cafee tentunya hal yang tidak ada hubungan sama sekali dengan ide saya sebelumnya. Sejenak kemudian Fajar Siddiq pun meminta izin untuk membeli makanan untuk Mak E (Salah seorang ibu yang kami kenal). Dan dia pun meminjam sepeda motor saya, dan saya pun akhirnya duduk dengan pekerja di CBQ cafee ini yaitu Lela yang aku kenal pada pukul 10.15 wib. Dan ternyata dia juga Mahasiswi UNIMAL, dan kami satu Fakultas yaitu Teknik, namun dia jurusan Teknik Arsitektur semester 8 dan saya Teknik Sipil.

Setelah berbincang-bincang dengan Lela akhirnya tibalah pukul 23.00 wib, yang artinya cafee harus ditutup. Maka saya pun akhirnya duduk sendirian hingga menunggu jemputan Fajar Siddiq Nasution tiba. Sedangkan Fajar Maulana hanya bisa mengatakan “bang duduk aja dulu kami mau beres-beres dulu ni mau tutup” ujarnya. Dan saya dengan tenangnya duduk sambil menunggu fajar untuk datang menjemput saya. Sambil menunggu Fajar Siddiq lalu keluarlah 2 remaja putri dari Cafee, ternyata mereka adalah pelanggan terkahir yang khusus untuk datang sesaat untuk santai sambil memesan makanan dan karaokean yang datang pada pukul 20.00 wib.

Melihat seorang senyum kepada saya, dan saya pun membalas senyum kepadanya. Karena kita adalah orang timur, dan tali silaturahmi adalah budaya kita. Setelah kejadian itu sekilas, 2 remaja itu pun hendak menuju parkir tempat kendaraan mereka memarkiran motornya terbesit dalam benak saya mengapa tidak mencoba untuk  membuat ide saya tentang street fashion menjadi nyata. Lalu saya mengatakan kepada fajar Maulana” Jar, kenal ya  ma orang tu?”. “Iya kenal bang, orang ne sering kesini jadi udah kenallah” sahut Fajar Maulana. Lalu saya mengatakan ” mau nggak orang ne abang foto untuk street fashion tdi yang abang bilang”. Sambil berdiri sebelum Fajar menyahut saya pun melangkah menuju remaja putri ini lalu mengatakan keinginan saya. ” Dek, mau nggak abang jadiin bahan tulisan abang di blog, kali ini abang ambil temanya itu Street Fashion, jadi abang mau foto adek apa adanya dengan pakaian yang seperti ini?” tanyaku.

Sesaat sebelum remaja putri ini menjawab, datanglah Fajar Siddiq Nasution sambil mengatakan ” Gak mungkinlah Syah dengan pakaian sekarang, besok-besok aja” ujar Fajar. Dengan pasti saya mengatakan “bila besok-besok berarti itu namanya bukan Street fashion jadi malam ini aja ya dek? tanyaku kepada remaja putri tersebut. Dan akhirnya dia pun setuju dan saya pun akhirnya memotret dirinya. Lalu dia pun mengatakan”bang jangan di taruh di Facebook ya?”. “Iya, ne gak ditaruh di Facebook, abang posting ke blog pribadi abang kog” sahutku. “Sekalian diedit dikit ya jerawatnya jangan nampak kali” sahutnya lagi.

Setelah mengambil gambar 2 kali dan dia melihat hasilnya akhirnya dia pamit untuk pulang. Dan saya pun tidak lupa mengatakan terima kasih ya udah mau model Street fashion saya yang pertama untuk malam ini. Ternyata hal yang menarik saya dapatkan malam ini adalah ternyata remaja putri tersebut adalah teman Fajar Siddiq nasution juga. Dan hal lainnya adalah sebuah ide yang ada, tidak akan bisa tercapai bila tidak di coba untuk mewujudkannya walaupun memiliki sedikit kekurangan. Namun hal itu bisa kita atasi karena kita belajar dari sedikit kekurangan tersebut untuk memperbaiki menjadi lebih baik lagi. Trims……

Advertisements

4 thoughts on “Sedikit Inspirasi Di Malam Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s