Life

Kisahku Bersama Kamera (Part 2)

Kisahku bersama kamera tidak berakhir saja di tahun 2006. Setelah menamatkan di SMU di tahun 2006, niatku untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi harus terombang-ambing oleh statusku sebagai anak dari seorang single parent. Ya ibuku membesarkan ketujuh anaknya dengan bersusah payah demi kami semua. Sementara itu masalah pun datang ketika itu karena untuk melanjutkan kuliah butuh biaya. Mulai dari biaya pendaftaran hingga apabila lulus harus membayar ini itu dan sebagainya. Dan akhirnya aku tidak mengambil formulir SNMPTN ketika itu.

Dilain pihak Marching Band yang ku ikuti sejak SMU, yaitu Marching Band Sanggar Cut Meutia hendak mengikuti kejuaraan Nasional setelah menjadi juara Se-Aceh di tahun 2006 juga di Langsa maka kuputuskan untuk ikut bergabung kembali untuk mengikuti kejuaraan bersama teman-teman di Sanggar tempatku bernaung.

Di lain pihak dalam pikiranku saat itu adalah apabila aku mengikuti kejuaraan ini maka aku tidak ikut SNMPTN sehingga ibuku tidak perlu memikirkan biaya dan aki bisa mengikuti SNMPTN tahun selanjutnya. Dan solusi yang lain adalah aku bisa masuk Akademi Politeknik yang ada di kotaku dengan biaya formulir dengan lebih murah.

Setelah mengikuti persiapan latihan Marching Band selama 3 minggu lamanya, akhirnya tibalah persiapan kami untuk proses mengikuti kejuaraan maka kami harus membungkus semua alat musik. Serta diberikan waktu 3 hari untuk mempersiapkan baju penampilan serta baju-baju yang harus dibawa setelah diberikan pengarahan.

Setelah diberikan waktu untuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan, maka dalam benakku saat itu adalah harus mengisi film ke toko lestari foto serta membeli rol film cadangan apabila isi film yang hanya 36 buah rusak(terbakar) maka aku memiliki rol film cadangan. Saat itu satu rol film kubeli dengan harga Rp 23.000, 00. Ah bukan harga yang murah tapi setidaknya aku bisa memotret momen-momen yang penting apalagi ini adalah pertama kalinya aku pergi ke luar Aceh, naik pesawat terbang, membayangkan kota Medan seperti apa, serta melihat isi Nusantara ini untuk pertama kalinya dari atas langit dengan pesawat terbang serta pertama kali ke luar pulau Jawa. Begitulah semangat kami semua. Karena saat itu kami benar-benar awam tentang dunia lain selain dunia yang ada di Aceh. Bila diingat-ingat jadi ketawa sendiri. Wih gimana ya gitu kesannya? Senang, gembira, takut, penasaran dan apapun perasaan aku dan teman-teman alami itu adalah momen-momen yang sulit untuk dilupakan begitu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s