History

Sejarah Sebagai Cermin Kita

“Sejarah adalah cermin suatu bangsa”

Inilah sebuah kutipan yang menjadi dasar sebuah peletakan haikat kita sebagai generasi penerus. Dari masa ke masa sejarah adalah yang harus dipelajari hingga kini. Namun, tidak semua sejarah yang telah di ukir oleh generasi sebelum kita sekarang benar-benar kita ketahui. Untuk itudibutuhkan media-media yang dapat membnatu kita dalam mengetahui sejarah-sejarah yang ada baik melalui cerita-cerita dari orang tua kita, dari guru-guru kita saat berada di sekolah, dari ulama-ulama saat menyampaikan khutbahnya, dari buku-buku yang telah ditulis, maupun dari media-media yang lain seperti televisi dan internet.

Saat ini Internet menjadi suatu media yang benar-benar menguasai aktivitas kehidupan jadi untuk memudahkan penyampaian tentang sejarah-sejarah yang ada maka menulis kembali dalam sebuah blog menjadi alternative penyampaian kepada remaja masa kini. Dan menjadi salah satu teknik yang tepat selain dari buku yang telah ada. Penyampaian sejarah melalui blog memudahkan kita dalam mengenal satu sama lain tentang kebudayaan-kebudayaan, serta sejarah masa silam agar nantinya terjalin komunikasi dan penyerapan sejarah itu menjadi lebih mudah dalam kehidupan bangsa saat ini.

Banyak hal  yang dapat kita petik dari setiap rangkaian kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau. Maka kita perlu memahami setiap untaian peristiwa yang telah terjadi. Misalnya saja bagaimana warga Simeulu yang dari nenek moyang dahulu sering menceritakan tentang terjadinya gelombang pasang yang terjadi setelah gempa bumi dan mereka menyebut peristiwa tersebut dengan Seumong, sehingga saat terjadi gempa dan gelombang tsunami pada tahun 2004 tidak heran apabila warga Simeulu saat terjadi gempa dahsyat mereka bergegas untuk menuju areal perbukitan. Karena cerita tersebut sering diceritakan kepada generasi-generasi selanjutnya maka tidak para orang tua dan anak-anak langsung menuju area perbukitan agar terhindar dari hempasan gelombang ynag mereka sebut Seumong. Memang kata “Seumong” tidak terkenal seperti kata “Tsunami” yang berasal dari bahasa Jepang. Tetapi setidaknya mereka telah mengenal dan mengetahui sejarah yang ada yaitu dulu di Simeulu pernah terjadi peristiwa serupa beberapa puluh tahun yang lalu. Dan inilah gunanya sejarah walaupun hanya diceritakan dari generasi ke generasi melalui media mulut ke mulut antar masyarakat yang ada.

Untuk itu marilah kita menulis kembali apa yang telah terjadi pada masa lampau agar generasi-generasi setelah kita mengetahui setiap peristiwa yang telah ada, sehingga mengambil sisi positif dan menghindari dari sisi negatife dari apa yang telah terjadi.

Wassalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s