Ragam

Penutupan Pameran Kota Lhokseumawe 2012

Lhokseumawe – Acara Penutupan Pameran Lhokseumawe Membangun (20/09/2012) dalam rangka Ultah Kota Lhokseumawe ke-11 dengan Tema Pembangunan di warnai dengan hujan deras. Sehingga masyarakat yang datang ke acara pameran tersebut langsung membubarkan diri mencari tempat berteduh di bawah stand-stand pameran dan juga di bangunan utama terminal kota Lhokseumawe.

Sedangkan para pengisi acara berteduh di panggung utama dan di stand-stand yang terletak di samping panggung acara. Sebelumnya acara berjalan dengan baik sampai terjadinya hujan deras yang membuat para penikmat acara membubarkan diri. Pukul 08.00 wib, acara pokok utama penutupan ditutup dengan penampilan Display Drum Band dari MTsN Lhokseumawe. Penampilan Display yang dibawakan oleh murid-murid MTsN Lhokseumawe mendapat sambutan baik dari para penonton. Setelah penampilan Display tersebut selanjutnya acara pokok yaitu penutupan acara Pameran hari Ulang Tahun Kota Lhokseumawe ke-11 oleh Walikota Lhokseumawe ditutup dengan Doa.

Setelah ditutup dengan Doa, maka dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Lomba Pop Singer, namun hujan semakin deras dan angin yang keras sehingga membuat acara harus di tutup dengan hujan yang semakin deras. Sebelumnya telah dijadwalkan pada malam penutupan pameran Lhokseumawe Membangun 2012 ini berbagai macam hiburan akan ditampilkan. Seperti penampilan tari Kreasi Aceh, tari Seudati, hingga penampilan Band Etnik Aceh dan juga band-band lokal yang ada di Lhokseumawe. Tari-tari yang akan ditampilkan berbagai macam dari kalangan mulai dari DKA (Dewan Kesenian Aceh), Sanggar, serta dari sekolah-sekolah yang ada grub tariannya.

Untuk Band Etnik Aceh, Panitia telah mengundang kembali Geunta Pasee Band. Sebelumnya Geunta Pasee telah menunjukkan perform mereka pada tanggal 19/11. Dengan membawakan 3 lagu yaitu Wamule, Buraq, serta Meusyuhu. Atas permintaan masyarakat maka panitia mengundang Geunta Pasee kembali pada malam penutupan Pameran Lhokseumawe Membangun 2012. Dan akan membawakan 3 lagu yang berbeda yaitu Saleum, Bungoeng, Serta Jaga Damee.

GEUNTA PASEE merupakan Grub band Etnik Traditional Aceh yang berasal dari sebuah komunitas bagi para musisi yang ada di Kota Lhokseumwe dan terdiri dari 15 Personil yaitu Jol Pasee(vokal), Fadli (Backing Vokal), Uyung Walad (keyboard), Hendra (gitar), Buceng (Bass), Erwin (Drum), Iqbal (Serune kalee), Romi (gendang), Taufik(Rapai), Saiful (Rapai), serta di ikuti oleh alat tiup yaitu Agustiar (Trompet), Fachruddin (Trompet), Adzan (Mellophone), Azhari (Baritone), dan Fajar (Baritone).

Namun, untuk menunjukkan perform mereka ke 2 kalinya tidak dapat terlaksanakan akibat hujan deras. Dan bukan itu juga maka acara hiburan pada malam penutupan tidak ada satu pun yang menunjukkan perform mereka baik dari tarian maupun band musik. Terlebih lagi pada saat hujan tersebut sempat terjadi insiden kontak listrik pada area panggung penampilan sehingga membuat para penari dan musisi lainnya harus meninggalkan acara tersebut.
Sekian

Advertisements

2 thoughts on “Penutupan Pameran Kota Lhokseumawe 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s