Life

Rasanya Serba Terlambat

Namaku Azhari, dan umurku skrang memasuki usia 25 tahun. Usia yang telah bisa memikirkan masa depan khususnya untuk memasuki usia pernikahan. Namun, tidak bagiku rasanya. Jadi curhat rasanya.

Usiaku memang telah memasuki 25 tahun, namun rasanya hidupku serba terasa lambat. Tidak etis bila ku katakan aku adalah orang yang paling telat. Rasanya aku ingin sekali orang membaca tulisanku ini dengan meninggalkan kritik dan saran untukku agar aku bisa memperbaiki diri.

Aku sadari hidupku terasa lambat saat ku berumur 20 tahun, jadi itu kira-kira 5 tahun yang lalu. Ku mulai dengan cerita SD Ku yang telat. Aku duduk di kelas 1 dengan umur 7 tahun, sementara teman-temanku berumur 6 tahun. Aku tidak ingin menyalahkan ibuku yang mengantarkan aku ke bangku sekolah dasar di umur 7 tahun.

Aku ingin mengejar ketinggalanku dengan berbagai aktivitas dan belajar yang rajin di sekolah. Aku mulai mengenal yang namanya suka kepada lawan jenis pada saat kelas 2 SLTP, sementara teman-temanku di kelas 1 . Dan lagi-lagi rasanya aku jadi orang terasa lambat.

Di SMA aktivitasku mulai bermacam-macam dari Pramuka, les sore, hingga aku ikut Marching Band. Setelah tamat dari SMA aku ingin melanjutkan ke PT tentunya, sama seperti anak-anak yang lain. Dan biayapun menjadi penyebab langkahku. Pada awalnya diriku telah pasrah aku tidak akan pernah kuliah seperti yang aku inginkan selama ini. Namun, ibuku tidak tega melihatku termenung dirumah karena melihat keinginanku yang tidak tercapai hingga akhirnya dia memberiku uang 200 ribu untuk mendaftar di Politeknik. Tapi di tahun itu (2006) aku tidak berhasil. Dan rasanya lagi-lagi aku orang terasa lambat.

Di tahun 2007 aku mendaftar ke bangku kuliah lagi, namun kali ini aku mencoba di Universitas Negeri dengan mengikuti SPMB. Tapi aku tidak lulus. Karena tahun 2007 tahun penuh kesiapan aku mendaftar lagi di Politeknik, dan Akhirnya aku lulus dengan masuk ke jurusan teknik sipil DIII. Dan aku berhasil lulus di tahun 2010 dan sesuai dengan program DIII yang hanya 3 tahun.

Setelah lulus dari DIII aku mencoba untuk mengirimkan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan. Namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya aku tetap bersabar dan terus berjuang serta jangan pernah hilang semangat. Keluarga serta teman2ku memberi semangat agar aku tetap berjuang. Hingga akhirnya aku berniat untuk melanjutkan kuliahku ke jenjang yang lebih tinggi S1. Hingga akhirnya aku masuk ke Universitas Negeri yang dulu ku daftar. Disinilah aku mulai merasa aku masih menjadi pria yang lambat. Walaupun aku telah mendapatkan sesuatu hal yang dulu kuinginkan.

Namun dibalik itu semua, aku berfikir mungkin keinginan yang kuinginkan pasti akan terwujud bila aku tetap semangat dan terus memperjuangkannya dengan penuh keikhlasan agar hari esokku lebih baik. Baik itu di bidang pekerjaan maupun urusan jodoh nantinya. Dan suatu saat nanti aku ingin menjadi orang yang lebih cepat daripada orang yang lambat yang saat ini aku rasakan. Semoga saja.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s