Life

Sedih Meninggalkannya

Sudah enam hari kita meninggalkan bulan ramadhan ini. Dan kita menyambut bulan Syawal. Di hari pertama Syawal kita kita penuh ceria menyambutnya. Di malamnya kita bertakbiran penuh suka cita, dan disetiap sudut kita mendengar suara takbir. Dan di pagi harinya kita berbondong-bondong untuk menuju lapangan terbuka melaksanakan salat sunat Ied (salat Idul Fitri).

Namun, dibalik suka cita Idul Fitri ada kesan-kesan akan kesedihan meninggalkan ramadhan yang memiliki berbagai pesan spritual kepada umat manusia, khususnya kepada pribadi diri saya tentunya.

Di ramadhan ini banyak hal yang ingin kuteruskan setelahnya. Tentunya hal yang baik yang berguna untuk dunia akhirat, diantaranya salat lima waktu, datang ke mesjid tepat waktu, bangun pagi lebih awal agar salat subuh tidak telat, makan dengan makanan yang baik, banyak minum air putih, dan puasa tentunya. Namun puasa yang ku maksud yaitu puasa sunat senin kamis.

Selain itu, ada hal yang aku sedihkan dengan berakhirnya bulan ramadhan. Yaitu aku takut aku tidak akan bertemu lagi dengan bulan yang penuh berkah ini tahun depan dan tidak bisa melaksanakan salat sunat tarawih. Mungkin hal itu yang paling aku rindukan sepanjang bulan-bulan yang aku lalui.

Ya Allah, doaku ini semoga Engkau kabulkan panjangkanlah umurku agar diriku bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun selanjutnya, Amiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s