Life

Perjalanan Ke Yogyakarta ( bagian I )

Oleh-oleh ya? Aku hanya bisa tersenyum dan hanya bisa berkata, teman aku ke Yogyakarta bukan untuk jalan-jalan tapi aku bersama dengan kawan-kawan lainnya mengikuti Kejurnas Satuan Kecil/ Pra-Pon 2011 Olahraga Drum Band. Dan Alhamdulillah tim kami dari Drum Corps Sanggar Cut Meutia ditunjuk oleh PDBI Aceh untuk mewakili Aceh dalam event ini. Dalam Pra-Pon kali ini pemain Drum Band hanya bermain dengan pemain inti sebanyak 22 Orang saja.

Setelah kami latihan selama 3 minggu, mulai dari seleksi pemain hingga tahap untuk proses pemberangkatan maka pemain yang ikut dalam Pra-Pon ini sebanyak 25 orang dengan 3 pemain cadangan. Kami berangkat pada tanggal 11 Oktober 2011, pukul 21.30 wib dari Pendopo Bupati Aceh Utara, dan tiba di Medan pukul 04.30. Selanjunya kami ke Bandara Polonia Medan pukul 05.10 wib dan selanjutnya Check in selesai pada pukul 07.40 wib.

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27 – 30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Transportasi udara dari dan ke Yogyakarta dilayani oleh Bandara Internasional Adisutjipto yang terletak di tepi Jalan Adisucipto KM 9, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Bandara ini melayani penerbang domestik ke kota-kota besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang merupakan ibukota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekaligus tempat kedudukan bagi Sultan Yogyakarta dan Adipati Pakualam.

Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m di atas permukaan laut. Jadi ketika kami tiba di kota ini, udaranya masih terasa dingin.

Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s